Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bone Dorong Generasi Z Jadi Pionir Pengawasan Partisipatif Lewat Pendidikan Demokrasi

Pendpolitik

Rohzali Putra Badaruddin, S.H Anggota Bawaslu Bone saat memaparkan materi pada kegiatan Pendidikan Politik dan Demokrasi bagi Generasi Z (22/10/2025)

Bone, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Konsisten dalam menunjukkan eksistensinya membangun kesadaran politik generasi muda. Bawaslu Bone yang diwakili oleh Muhammad Aris dan Rohzali, hadir sebagai pemateri dalam kegiatan Pendidikan Politik dan Demokrasi yang digelar oleh Partai Demokrat Kabupaten Bone di SMAN 12 Bone, Kecamatan Sibulue, Rabu (22/10/2025).

Dengan mengusung tema “Peran Generasi Muda/Gen Z dalam Era Demokrasi”, kegiatan ini menjadi ruang diskusi antara pelajar dan penyelenggara Pemilu. Para peserta mendengarkan pemaparan materi bagaimana demokrasi berjalan dengan baik, yakni keadilan dalam sistem, kejujuran dalam proses, partisipasi rakyat, serta pengawasan yang bukan hanya tugas lembaga tapi tanggung jawab moral seluruh rakyat.

"Pendidikan politik ini penting agar kita memahami konsep demokrasi dan bagaimana demokrasi itu akan berjalan dengan baik, diantaranya keadilan dalam sistem, yaitu seperti tidak membeda-bedakan, diskriminasi, semua harus memperoleh haknya sebagaimana diatur dalam konstitusi. Yang kedua, penyelenggara yang berintegritas dan bertanggung jawab, serta partispasi aktif yang positif oleh rakyat" ungkap Rohzali saat memaparkan materinya.

Selain itu, Rohzali juga menguraikan manfaat generasi muda mempelajari demokrasi yaitu menjadi penggerak, bukan pengikut, berani bersuara dengan etika, dan menjadi pengawas masa depan dalam menjaga integritas dan keadilan.

“Suatu hari nanti, ketika kalian berdiri di bilik suara, bawalah bukan hanya surat suara, tapi kesadaran akan masa depan bangsa. Generasi muda adalah energi baru demokrasi dan mitra strategis Bawaslu” ujarnya.

Lebih dari itu, Rohzali menyampaikan bahwa tantangan demokrasi yang kita hadapi kemudian, adalah sikap apatisme warga, khususnya generasi muda, bahaya ini tidak hanya mengancam bagaimana demokrasi prosedural berjalan tetapi juga pada subtansi demokrasi itu sendiri.

Setelah pemaparan materi selesai, forum tanya jawab dibuka untuk seluruh peserta. Beberapa peserta aktif menanyakan tentang bagaimana cara menjadi pengawas partisipatif aktif dan berintegritas, serta bagaimana penyelenggara menjaga netralitas dan profesionalitasnya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

Kehadiran Bawaslu Bone dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa edukasi politik menjadi tanggung jawab bersama seluruh stakeholder. Melalui pendidikan politik dan demokrasi ini, Bawaslu Bone terus menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini agar generasi muda agar dapat menjadi pionir pengawasan partisipatif di tengah masyarakat dan menjadi pemilih yang cerdas.

 

Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Bone

Tag
Pengawasan Partisipatif