Bawaslu Bone Launching Kampung Wisata Pengawasan Partisipatif, Ruang Baru Hidupkan Budaya Demokrasi
|
Bone, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Kerja-kerja pengawasan Pemilu dan Pemilihan tidak berhenti setelah pesta demokrasi usai. Di masa non tahapan ini, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bone membuat ruang baru menanamkan budaya pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
Bertempat di Desa Lanca, Kecamatan Tellu Siattinge, Sabtu, 4 Oktober 2025, Bawaslu Bone meluncurkan Kampung Wisata Pengawasan Partisipatif. Sebuah ruang baru yang memadukan wisata alam dengan pendidikan politik, penguatan hukum Pemilu, serta gerakan hidup sehat dan berintegritas.
“Pengawasan partisipatif secara naluri, maka di situ ada soul yang paling penting adalah pelibatan masyarakat. Ada ruang besar yang disiapkan untuk berpartisipasi secara luas. Kampung wisata ini, selain menjadi program utama Bawaslu pada saat tahapan berlangsung maupun non tahapan, juga tuntutan yang harus kami jalankan bahwa Bawaslu tidak boleh vakum dalam kegiatan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi. Selain itu, juga kita ingin mendorong dan mempublikasikan secara luas tempat wisata ini. Mudah-mudahan dengan launching kita pada hari ini yang mana nanti juga akan kita publish secara maksimal, ini bisa menjadi salah satu kesempatan atau momen penting yang bisa dilihat banyak orang” ujar Alwi, Ketua Bawaslu Bone dalam sambutannya.
Kepala Desa Lanca menyampaikan terima kasih karena telah memilih Desa Lanca dalam pelaksanaan kegiatan Kampung Wisata Pengawasan Partisipatif ini. Ia berharap pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan tertib tanpa kendala. Selain itu, Ia berharapan dengan publikasipelaksanaan kegiatan ini, masyarakat luas semakin sering mengungjungi tempat wisata ini dan bisa meningkatkan jumlah pengunjung khususnya di Desa Lanca ini.
Desa Lanca dipilih karena terkenal dengan panorama alamnya dan juga dianggap mampu menjadi ruang belajar demokrasi yang dekat dengan masyarakat. Dengan melibatkan mantan pengawas ad hoc, akademisi, tokoh masyarakat, hingga penggiat Pemilu diharapkan menjadi pionir partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu dan Pemilihan.
Kampung Wisata Pengawasan Partisipatif diluncurkan secara resmi oleh Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Malik. “Orang sering bertanya di luar tahapan, apa yang dilakukan oleh pengawas pemilu. Eksistensi apa yang ingin diperlihatkan karena sudah tidak ada tahapan pilkada, sudah tidak ada tahapan pemilihan caleg atau pilpres. Nah, Bawaslu melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif. Saya yakin dan percaya Bawaslu Kabupaten Bone menunjuk Desa Lanca karena desa ini merupakan representasi di antara banyaknya desa dan kelurahan yang dipilih oleh teman-teman Bawaslu Kabupaten Bone. Saya kira ada energi-energi positif yang akan tertanam dan ini mengajak teman-teman untuk selalu hadir di sini” ungkap Abdul Malik dalam arahannya.
Pada akhirnya, Kampung Wisata Pengawasan Partisipatif menjadi wujud nyata bahwa demokrasi dapat hidup, tumbuh, dan berakar di desa. Dari Lanca, semangat itu diharapkan menyebar ke seluruh pelosok Bone bahkan Sulawesi Selatan, untuk menyongsong Pemilu dan Pemilihan berikutnya yang lebih adil dan bermartabat.
Setelah peluncuran, Bawaslu Bone melanjutkan rangkaian kegiatan berupa sosialisasi pengaduan online Pengawasan Data Pemilih Berkelanjutan, focus group discussion (FGD) eksaminasi kajian hukum Pemilu, cerita pengawasan yang membahas berbagai pengalaman titik-titik krusial pada tahapan Pemilu dan Pemilihan, serta program sosial dan Jumpa Berlian yang mengajarkan pentingnya lingkungan bersih dan budaya hidup sehat yang dilaksanakan 4 - 5 Oktober 2025.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Bone