Belum Jadi Pemilih, Tapi Sudah Diajak Melek Demokrasi! Bawaslu Siapkan Generasi Pemilu 2029
|
Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Bawaslu mengenalkan pendidikan demokrasi kepada calon pemilih pemula melalui kunjungan siswa SMP Negeri 32 Kota Bekasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter pemilih yang cerdas dan kritis sejak dini sebagai bekal menghadapi Pemilu 2029.
Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu Yusti Erlina mengapresiasi inisiatif pihak sekolah yang membawa para siswa untuk mengenal langsung penyelenggaraan pengawasan pemilu. Menurutnya, pembelajaran mengenai demokrasi dan politik dapat menjadi pengalaman yang menarik sekaligus mempersiapkan siswa menjadi pemilih pemula yang berintegritas.
Dia menjelaskan, sebagian siswa yang saat ini duduk di bangku SMP akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029. Karena itu, menurut Yusti, pemahaman mengenai demokrasi, pemilu, serta pentingnya menjadi pemilih yang kritis perlu mulai dibangun sejak sekarang.
“Kita harus memiliki karakter pemilih yang cerdas dan kritis. Penyelenggaraan pemilu ke depan yang semakin baik sangat tergantung pada karakter pemilihnya, maka harus siap untuk menangkis godaan-godaan maupun praktik kecurangan seperti politik uang,” ujar Yusti di hadapan para siswa di Ruang Sidang Bawaslu, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Yusti juga mendorong para siswa terbiasa berpikir kritis dalam menyikapi berbagai persoalan ketatanegaraan. Terlebih, siswa perlu mampu memilah informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau opini yang belum jelas sumbernya di media sosial.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 32 Kota Bekasi Dewi Nuri Nurjanah berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada para siswa untuk belajar langsung di Bawaslu. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan pengalaman yang melengkapi pembelajaran mengenai kenegaraan dan pemerintahan yang diperoleh siswa di sekolah.
“Kedatangan kami di sini merupakan sebuah proses pembelajaran yang mendalam, menghubungkan dan mengintegrasikan teori tentang kenegaraan dan pemerintahan yang dipelajari di sekolah dengan melihat langsung laboratorium sosial, yaitu di Bawaslu,” ungkap Dewi.
Foto: Reyn Gloria
Editor: Nofiar dan Humas Bawaslu Bone