Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Bawaslu Bone Tekankan Integritas, Kejujuran, dan Transparansi Pemimpin dalam Pendidikan Politik Golkar

Pendidikan Politik Golkar

Ketua Bawaslu Bone Alwi saat menjadi narasumber pada kegiatan Pendidikan Politik yang diselenggarakan oleh DPD Partai Golkar Kabupaten Bone, di Hotel Helios Watampone, Selasa (16/12/2025).

Bone, Badan Pengawas Pemillihan Umum - Ketua Bawaslu Kabupaten Bone, Alwi, menegaskan bahwa pendidikan politik merupakan sarana penting sekaligus kewajiban partai politik dalam menyiapkan calon-calon pemimpin yang berintegritas dan siap menghadapi persoalan nyata dalam kehidupan demokrasi.

Penegasan tersebut disampaikan Alwi saat menjadi narasumber pada kegiatan Pendidikan Politik dengan tema “Etika dan Budaya Politik Lokal dalam Bingkai Demokrasi” yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bone, di Hotel Helios Watampone, 
Selasa (16/12/2025).

Dalam pemaparannya, Alwi menekankan bahwa integritas, kejujuran, dan transparansi merupakan hal terpenting dalam pembentukan karakter pemimpin dalam berdemokrasi.

“Integritas menjadi kunci utama kepemimpinan bagaimana membuat keputusan yang benar pada waktu yang tepat dalam bersikap dan berperilaku, karena disitulah terletak fondasi dalam membangun kepercayaan dan hubungan antaraindividu dalam organisasi” ujar Alwi.

Lebih lanjut, Alwi menegaskan bahwa integritas, kejujuran, dan transparansi bukan hanya nilai moral, tetapi fondasi karakter pemimpin yang layak dipercaya. “Integritas, kejujuran, dan transparan juga membantu menciptakan karakter pemimpin yang visioner, adil, dan konsisten dalam berdemokrasi” ungkapnya.

Kegiatan pendidikan politik ini berlangsung secara interaktif. Para peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan pandangan terkait pentingnya etika, budaya politik lokal, serta penerapan prinsip integritas, kejujuran, dan transparansi dalam praktik demokrasi.

Menutup sesinya, Alwi menyampaikan pesan reflektif kepada peserta. “Dalam berdemokrasi, transparansi bukan jaminan yang cukup. Integritas dan kejujuran menjadi kunci menciptakan demokrasi yang substansi”.

Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Bone