Ketua Bawaslu Sulsel Tekankan Penguatan Kelembagaan dan Evaluasi Pengawasan dalam Rapat Monev
|
Makassar, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Mardiana Rusli, menyampaikan arahan dalam Rapat Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan Pelaksanaan Program di Wilayah Bawaslu Sulsel yang digelar di Ruang Nur Muthmainnah, Kota Makassar, Senin (7/7/2025).
Dalam arahannya, Mardiana menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan pasca selesainya dua tahapan besar, yakni Pemilu dan tahapan awal Pilkada 2024. Ia mengingatkan seluruh jajaran untuk segera menyelesaikan dokumentasi tertulis hasil evaluasi pengawasan yang telah dilakukan.
“Kita sudah melewati dua fase penting, pemilu dan pemilihan. Evaluasi pengawasan sudah dilakukan, namun saya ingin memastikan agar hasil evaluasi itu dibuat secara tertulis. Beberapa memang sudah dalam bentuk buku dan dokumen, tapi saya ingin mengingatkan yang belum, ayo segera. Kita bisa manfaatkan perpustakaan digital milik Bawaslu RI,” tegasnya.
Menurutnya, hasil evaluasi tersebut akan menjadi pijakan penting dalam menyusun arah kebijakan dan strategi kelembagaan ke depan. Ia mencontohkan kasus pengawasan di Palopo sebagai bahan pembelajaran yang berharga.
Lebih lanjut, Mardiana menekankan pentingnya integrasi data kelembagaan. Ia menegaskan bahwa data hasil pengawasan bukan milik individu atau divisi tertentu, tetapi milik institusi yang harus dapat diakses oleh semua pihak, termasuk sekretariat.
“Harus dipahami, data ini adalah milik lembaga, bukan otoritas per divisi. Ada bagian khusus yang menangani, dan data itu harus bisa divalidasi serta dibagikan,” ujarnya di hadapan para ketua dan kepala sekretariat Bawaslu kabupaten/kota se-Sulsel.
Mardiana juga mendorong peningkatan ruang diskusi untuk penyempurnaan regulasi dan SOP pengawasan. Ia menyebutkan bahwa dalam waktu dekat, divisi-divisi di Bawaslu akan diminta memberikan masukan berdasarkan kondisi riil di daerah masing-masing.
“Beberapa waktu lalu, Ketua Divisi SDM dan Hukum Diklat diundang ke Bawaslu RI. Kemungkinan divisi lain juga akan diminta melakukan hal serupa. Karena itu, sangat dibutuhkan kontribusi data dan informasi dari daerah.”
Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Sulsel, Awaluddin Mustafa, turut mengingatkan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas dalam kelembagaan.
“Menjadi bagian dari Bawaslu adalah kehormatan. Tapi itu harus disertai dengan disiplin dan rasa tanggung jawab. Kita bekerja bukan untuk kekuasaan, tapi untuk kebenaran,” tegasnya.
Rapat ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Sulsel dalam memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai arah dan tujuan pengawasan yang berintegritas dan responsif terhadap dinamika daerah.
Sumber : www.sulsel.bawaslu.go.id