“Kongkow Kolaborasi”, Ruang Baru Komunikasi Demokrasi Bawaslu Bone
|
Bone, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Sebagai upaya menjadikan Bawaslu sebagai lembaga yang menyenangkan dan menjaga kepercayaan publik. Bawaslu Bone hadirkan pendekatan komunikasi dua arah yang lebih segar, humanis, dan inklusif dengan menghadirkan program “Kongkow Kolaborasi”.
Ngobrol ringan dan diskusi santai yang dirancang sebagai ruang bertukar gagasan mengenai pengawasan Pemilu, tantangan di lapangan, serta berbagai isu demokrasi yang berkembang antara Bawaslu dan berbagai elemen masyarakat, mulai dari Non Goverment Organization (NGO), organisasi kepemudaan, komunitas, hingga para pemangku kepentingan lainnya.
Ketua Bawaslu Bone, Alwi, menjelasan melalui Kongkow Kolaborasi, Bawaslu Bone ingin menghadirkan dialog ringan. Ide-ide yang muncul diolah dalam bentuk pertukaran pikiran menjadi narasi demokrasi masa depan, sekaligus bahan penguatan ekosistem pengawasan berbasis kolaborasi.
“Respon program ini dalam non tahapan Pemilu pada prinsipnya mewujudkan efisiensi pengelolaan anggaran, sehingga dibuat dalam bentuk Kongkow Kolaboratif. Tidak hanya mendengar, tetapi menghimpun masukan yang nantinya dijadikan bahan untuk kesempurnaan kerja-kerja pengawasan. Kedepan program ini akan dibuat secara berkelanjutan dalam beberapa sesi” ujarnya.
Konsep yang dihadirkan Bawaslu Bone ini juga sejalan dengan Program Nasional Bawaslu RI yang mendorong Bawaslu menjadi pusat pembelajaran sekaligus ruang membelajarkan yang menyenangkan terkait demokrasi dan kepemiluan.
Dengan konsep “santai tapi berbobot”, Kongkow Kolaborasi bukan sekadar bincang-bincang, melainkan ruang untuk menyatukan ide, menyelesaikan persoalan, dan merajut komitmen bersama demi terciptanya Pemilu dan Pemilihan yang jujur, adil, dan bermartabat di Kabupaten Bone.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Bone