Lompat ke isi utama

Berita

Suara Demokrasi Bergema di Sekolah : Bawaslu Bone Hadir di Debat OSIS SMAN 12 Bone

SMAN12BONE

Anggota Bawaslu Bone, Nur Alim, hadiri Debat Terbuka Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMAN 12 Bone sekaligus menjadi pembicara (26/9/2025).

Bone, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Kabupaten Bone, Nur Alim, hadiri Debat Terbuka Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMAN 12 Bone, Jumat, 26 September 2025. Acara ini tidak hanya menjadi ajang adu gagasan para kandidat, tetapi juga momentum pembelajaran demokrasi yang hidup di lingkungan sekolah.

Dalam debat terbuka tersebut, Nur Alim turut menjadi pembicara. Dalam paparannya, ia menegaskan pentingnya pendidikan politik sejak dini. “Laboratorium demokrasi ini mempertemukan teori dengan praktik. Sama seperti di kelas, teori tak akan lengkap tanpa uji coba. Begitu pula demokrasi, harus dipraktikkan agar adik-adik bisa memahami makna sesungguhnya” ungkapnya.

Di hadapan para siswa, Nur Alim menekankan bahwa setiap suara memiliki bobot yang sama, tanpa memandang usia atau latar belakang. “Suara seorang siswa SMA setara dengan suara profesor. Itulah esensi demokrasi :  one man, one vote. Karena itu jangan memilih asal-asalan, tetapi uji dulu etikabilitas dan intelektualitas calon yang akan dipilih” sambungnya.

Tidak berhenti di situ, Nur Alim juga mengingatkan bahwa pemilihan di sekolah ini sejatinya latihan menuju pesta demokrasi di tingkat nasional. “Cara kalian memilih Ketua OSIS hari ini adalah cermin bagaimana kelak memilih bupati, gubernur, hingga presiden. Gunakan suara dengan benar karena itu adalah amanah, bukan hanya kepada bangsa, tetapi juga pertanggungjawaban kepada Tuhan” pesannya penuh penekanan.

Kehadiran Bawaslu Bone dalam kegiatan ini mendapat apresiasi dan sambutan hangat dari pihak sekolah maupun para peserta didik. Kehadiran lembaga pengawas Pemilu memberikan warna baru dalam kegiatan sekolah karena membawa nuansa pendidikan demokrasi yang lebih aplikatif.

Kegiatan debat terbuka di SMAN 12 Bone ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi gagasan, tetapi juga ruang pembelajaran berharga tentang demokrasi partisipatif. Melalui pengalaman nyata seperti ini, mereka tidak hanya belajar tentang visi dan misi kandidat, tetapi juga bagaimana menilai kepemimpinan melalui etika, kecerdasan, dan kemampuan membawa aspirasi. Dari SMAN 12 Bone, lahir kesadaran baru bahwa demokrasi bukan sekadar kewajiban mencoblos, melainkan tanggung jawab moral yang besar bagi masa depan bangsa.

Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Bone

Tag
Pengawasan Partisipatif