Lompat ke isi utama

Berita

Touring Bawaslu Bone: Membawa Pulang Kesadaran, Bukan Hanya Foto

Touring

Touring Bawaslu Bone bersama Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenti, beserta rombongan Bawaslu se-Sulawesi Selatan menuju Leang Panning Park Maros (5/11/2025)

Bone, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Pengawasan demokrasi tidak selalu harus tumbuh dari meja rapat yang kaku. Ada saat dimana pengetahuan, refleksi, dan gagasan justru muncul ketika kita keluar sebentar dari rutinitas, dan memilih belajar dari perjalanan, dari alam, serta dari pengalaman yang lebih cair. Itulah yang dilakukan jajaran Bawaslu Kabupaten Bone saat melakukan touring menuju Leang Panning Park Maros. 

Perjalanan yang dimulai pukul 07.30 Wita, Rabu (5/11/2025) ini menempuh jarak kurang lebih 53 kilometer, dan sepanjang rute itu, ada perasaan yang pelan-pelan mengendap bahwa demokrasi bukan hanya kerja formal, demokrasi adalah perjalanan batin dan komitmen bersama.

Touring ini bukan sekadar menikmati pemandangan atau melepas rutinitas kerja. Lebih dari itu, touring ini menjadi cara menguatkan kekompakan, menguji kepekaan, membangun kerjasama tim, sekaligus mempererat keakraban. Momentum ini menjadi sangat spesial karena diikuti langsung oleh Pimpinan Bawaslu RI, Ibu Lolly Suhenty, Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Koordinator Divisi Pencegahan dan Parmas Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, serta sejumlah Komisioner Bawaslu Kabupaten lainnya di sulawesi Selatan seperti Sidrap, Parepare, Soppeng, dan Maros. Ada rasa hangat di tengah perjalanan bahwa kita tidak berjalan sendirian menjaga demokrasi, ada teman seperjalanan, ada kolaborasi, ada kebersamaan. 

Lewat perjalanan ini para pengawas Pemilu bukan hanya melihat alam  tetapi mendengar alam berbicara. Bentangan karst di Leang Panning Park yang kokoh, udara sejuk yang menyambut, dan suasana sunyi yang menghadirkan jeda hening, seolah mengingatkan bahwa demokrasi bukan hanya soal prosedur. Ia adalah ekosistem yang harus dirawat setiap hari. Di dalam salah satu guanya, Leang Panning Park masih menyimpan batu yang “hidup” dan tetap bertumbuh perlahan, pelan, hampir tak terlihat. Alam seperti sedang berkata, sesuatu yang kokoh tumbuh dari proses panjang dan kesabaran. Sama seperti pengawasan Pemilu,  ia tidak datang tiba-tiba menjelang hari coblos, ia lahir dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang baik, dari kejujuran sehari-hari, dari sikap terbuka untuk belajar, dari kesediaan publik untuk terlibat, walau mulai dari hal-hal yang sederhana.

Dan ini yang menjadi penegasan paling penting dari touring ini, pengawasan partisipatif bukan hanya metode, ia adalah kultur, ia adalah cara hidup berdemokrasi yang harus terus dibina. Demokrasi akan kuat kalau publik terlibat, dan keterlibatan itu dimulai bukan dari “sok tahu”, tetapi dari kemauan untuk belajar mencari tahu dan melanjutkan kebiasaan-kebiasaan positif.

Touring ini menjadi ruang recharge, ruang pemulihan perspektif, ruang menata energi kembali. Bawaslu bukan hanya mengawasi, tetapi juga harus menciptakan ekosistem publik yang mau ikut serta mengawasi. Bawaslu, bersama kelembagaan lain, termasuk pemerintah daerah hingga sektor swasta, perlu mengembangkan kolaborasi untuk menumbuhkan kesadaran kolektif ini. Komunitas wisata, UMKM, media lokal, kampus, anak muda, para relawan digital, semua adalah bagian penting dalam merawat demokrasi agar selalu berada dalam jalur kepentingan publik yang sehat dan bermartabat.

Leang Panning Park bukan hanya destinasi. Ia adalah ruang belajar alternatif. Ia mengajarkan bahwa demokrasi bisa dijaga dengan suasana yang menyenangkan. Bahwa pengawasan bisa dilakukan dengan dialog yang ringan. Bahwa kesadaran kolektif bisa dibangun melalui perjumpaan yang menghibur sekaligus memaknai.

Bawaslu Bone percaya, semakin sering ruang-ruang seperti ini dihidupkan, semakin banyak pula kesadaran publik yang tumbuh. Karena kalau batu saja bisa tumbuh pelan di dalam gelapnya gua, maka kesadaran publik juga pasti bisa bertumbuh di ruang sosial kita  asal kita sabar merawatnya, bersama-sama.

Penulis: Ijal
Editor: Humas Bawaslu Bone
Foto: Fadry