Alwi: Demokrasi Tak Bisa Dijaga Jika Hanya Ditonton, Kader Wajib Bergerak
|
Bone, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Ketua Bawaslu Bone, Alwi, mengajak peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 untuk tidak hanya memahami materi kepemiluan, tetapi juga mampu melahirkan gerakan nyata di tengah masyarakat. Hal itu disampaikannya dalam sesi diskusi tatap muka P2P Bawaslu Bone di Aula Rumah Jabatan Wakil Bupati Bone, Senin (8/6/2026).
Berbeda dari sesi materi pada umumnya, Alwi mengajak seluruh peserta berdiskusi secara langsung. Ia meminta setiap peserta menyampaikan gagasan yang akan dilakukan setelah menjadi kader pengawas partisipatif. Menurutnya, kader tidak boleh hanya menjadi peserta pelatihan, tetapi harus menjadi penggerak yang mampu menghadirkan ruang-ruang edukasi demokrasi di lingkungannya.
Dalam pemaparannya, Alwi mengajak peserta memaknai kata "kader" dan "bergerak". Ia menjelaskan bahwa kader adalah sosok yang harus terus bergerak dan menciptakan perubahan. Karena itu, kader pengawas partisipatif tidak boleh berhenti pada proses belajar, melainkan harus membangun jejaring, komunitas, dan komunikasi dengan masyarakat.
“Kalau sudah menjadi kader, jangan jadi benda yang diam. Kader itu diciptakan untuk bergerak. Membuat komunitas, membangun diskusi, mengedukasi masyarakat, itu semua bagian dari gerakan,” ujar Alwi di hadapan peserta.
Satu per satu peserta kemudian menyampaikan ide dan rencana yang akan dilakukan. Ada yang ingin mengedukasi teman sebaya, membentuk kelompok diskusi, menggerakkan komunitas disabilitas, kelompok tani serta nelayan, hingga memanfaatkan media sosial untuk mengampanyekan pengawasan partisipatif dan melawan hoaks serta politik identitas.
Alwi mengapresiasi berbagai gagasan yang muncul dalam diskusi tersebut. Menurutnya, ide-ide sederhana yang lahir dari peserta dapat menjadi awal terbentuknya gerakan pengawasan partisipatif yang lebih luas. Ia menilai masih banyak ruang di masyarakat yang belum sepenuhnya tersentuh oleh edukasi kepemiluan dan dapat diisi oleh kader P2P.
Menutup diskusi, Alwi menegaskan bahwa kegiatan P2P bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal dari kolaborasi antara kader dan Bawaslu. “Saya berharap semangat ini terus dijaga. Jangan berhenti setelah pelatihan selesai. Bangun komunikasi, ciptakan ruang diskusi, dan jadilah bagian dari gerakan yang menjaga demokrasi di Kabupaten Bone,” tutupnya.
Penulis: Lutfi
Foto: Chaeril
Editor: Lutfi