Dari Partisipasi Masyarakat, Bawaslu Bone Raih Terbaik III di Sulsel
|
Bone, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Kerja membangun pengawasan pemilu dari masyarakat kembali mengantarkan Bawaslu Kabupaten Bone meraih penghargaan. Bawaslu Bone dinobatkan sebagai Terbaik III Kategori Partisipasi Masyarakat Terbaik dalam Evaluasi dan Apresiasi Pelaksanaan Tugas Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan, Jumat (31/7/2026).
Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan yang digelar Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan secara daring melalui Zoom Meeting dan dibuka Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty. Apresiasi ini menjadi ruang untuk melihat kembali berbagai capaian sekaligus inovasi jajaran Bawaslu kabupaten/kota dalam memperkuat pencegahan dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu.
Anggota Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, mengatakan penghargaan bukan sekadar bentuk pengakuan atas capaian masing-masing daerah. Menurutnya, apresiasi tersebut harus menjadi pemantik bagi jajaran Bawaslu untuk terus belajar, berkoordinasi, dan berbagi praktik baik agar kualitas pengawasan di Sulawesi Selatan semakin merata.
“Penghargaan ini penting sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja-kerja Bawaslu kabupaten/kota. Namun, ke depan kita tetap perlu saling berkoordinasi dan berbagi pengalaman agar seluruh daerah dapat berkembang bersama dan menjadi yang terbaik,” ujar Saiful.
Ketua Bawaslu Bone, Alwi, menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran, sekaligus dukungan masyarakat yang selama ini ikut mengambil bagian dalam pengawasan. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi kekuatan penting karena kerja-kerja pengawasan tidak mungkin hanya bertumpu pada lembaga pengawas.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas ruang partisipasi masyarakat. Bagi Bawaslu Bone, pengawasan yang kuat adalah pengawasan yang tumbuh bersama masyarakat,” kata Alwi.
Anggota Bawaslu Bone Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, Muhammad Aris, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui program dan kegiatan pengawasan partisipatif. Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukan titik akhir, melainkan dorongan untuk menghadirkan lebih banyak inovasi yang membuat masyarakat semakin sadar dan berani terlibat dalam pengawasan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi objek sosialisasi, tetapi menjadi bagian dari proses pengawasan. Ke depan, ruang kolaborasi akan terus kami perkuat agar partisipasi masyarakat semakin luas dan bermakna,” ujar Aris.
Penulis dan Foto: Zubair, S.Sos
Editor: Lutfi Fachrullah