Lompat ke isi utama

Berita

Lahirkan Embrio Pengawasan, Alwi Bidik Demokrasi Lebih Berkualitas Melalui Kader P2P

alwip2p2026

Ketua Bawaslu Bone Alwi, mengajak peserta P2P 2026 membangun kesadaran moral dalam mengawal demokrasi pada kegiatan Konsolidasi Pemantapan Kegiatan Luring P2P 2026 di Kantor Bawaslu Bone, Rabu (3/6/2026).

Bone, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Ketua Bawaslu Bone, Alwi, mengajak peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) 2026 untuk membangun kesadaran moral dalam mengawal demokrasi. Pesan itu disampaikannya saat memberikan arahannya pada kegiatan Konsolidasi Pemantapan Kegiatan Luring P2P 2026 di Kantor Bawaslu Bone, Rabu (3/6/2026).

Menurut Alwi, pengawasan partisipatif tidak bisa berjalan hanya dengan teori atau aturan semata. Dibutuhkan kepedulian dan kemauan dari masyarakat untuk ikut menjaga proses demokrasi agar berjalan dengan baik. Karena itu, kader P2P diharapkan menjadi embrio pengawasan yang mampu mengisi ruang-ruang yang belum terjangkau oleh pengawas pemilu.

“Kalau ingin terlibat dalam pengawasan partisipatif, bentuklah kesadaran moral dalam diri. Tanpa itu, pengawasan partisipatif hanya akan menjadi formalitas,” ujarnya

Alwi menjelaskan bahwa selama ini Bawaslu telah menjalankan berbagai program pengawasan partisipatif, mulai dari Desa Anti Politik Uang, Bawaslu Go To School, Go To Campus, hingga kerja sama dengan kelompok masyarakat dan penyandang disabilitas. Namun, keterbatasan sumber daya membuat Bawaslu membutuhkan dukungan masyarakat untuk memperkuat pengawasan di lapangan.

Alwi mencontohkan, satu pengawas desa tidak mungkin mengawasi seluruh aktivitas yang terjadi di wilayahnya. Karena itu, informasi dari masyarakat menjadi sangat penting untuk membantu Bawaslu mendeteksi dan mencegah dugaan pelanggaran sejak dini.

Menutup arahannya, Alwi mengingatkan peserta bahwa demokrasi bukanlah tujuan akhir, melainkan proses untuk mencapai tujuan bersama. Ia berharap seluruh kader P2P dapat menjadi mitra strategis Bawaslu Bone, aktif mengedukasi lingkungan sekitar, serta ikut mengawal proses demokrasi agar berjalan lebih jujur, adil, dan berintegritas.

Penulis: Lutfi
Foto: Andika