Lompat ke isi utama

Berita

Lokakarya P2P 2026, Bawaslu Sulsel Dorong Pengawasan Pemilu Lebih Interaktif dan Inklusif

Lokakarya p2p

Lokakarya Penyelenggaraan P2P Tahun 2026 secara daring melalui platform Zoom Meeting, Rabu (13/5/2026).

Bone, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program pendidikan pengawasan partisipatif, Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan gelar Lokakarya Penyelenggaraan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 secara daring melalui platform Zoom Meeting, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan diikuti narasumber, fasilitator, dan panitia P2P 2026 dari Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan. Lokakarya ini menjadi forum koordinasi sekaligus penguatan pemahaman teknis bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan P2P 2026.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan terkait metode pendidikan partisipatif, pola fasilitasi, hingga strategi membangun keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu yang dipimpin langsung oleh Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Sulsel, Drs. Saiful Jihad serta narasumber lokakarya Tenaga Ahli Bawaslu yakni Iji Jaelani

Dalam arahannya, Saiful Jihad menekankan bahwa program ini bukan sekadar ruang transfer pengetahuan, melainkan sarana pembentukan karakter demokrasi dan penguatan kesadaran kolektif masyarakat. Ia berharap alumni program ini tumbuh menjadi agen penggerak yang menjaga integritas demokrasi di lingkungannya masing-masing.

“Pendidikan Pengawas Partisipatif bukan sekadar kegiatan pembelajaran, melainkan proses membangun kesadaran kritis, kepedulian sosial, dan tanggung jawab bersama dalam mengawal demokrasi yang berintegritas,” ujarnya.

Saiful Jihad juga menyoroti komposisi peserta tahun ini yang dinilai sangat inklusif karena melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari penyandang disabilitas, generasi muda, hingga keterwakilan perempuan yang jumlahnya melampaui laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk terlibat dalam pengawasan semakin tumbuh kuat di berbagai kelompok masyarakat.

Sementara itu, kehadiran Iji Jaelani diharapkan dapat membantu para narasumber dan fasilitator menyatukan perspektif serta pendekatan dalam proses belajar-mengajar yang akan segera dilaksanakan.

Bawaslu Sulsel berharap lokakarya tersebut dapat memperkuat kesiapan seluruh jajaran dalam menyukseskan pelaksanaan P2P 2026 di kabupaten/kota serta memastikan berjalan lebih efektif, interaktif, dan mampu mendorong lahirnya pengawas-pengawas demokrasi dari berbagai elemen masyarakat.

Editor: Lutfi
Foto: Tangkapan Layar Zoom Meeting Bawaslu Sulsel