Mahasiswa Bone, Saatnya Unjuk Gagasan untuk Penegakan Hukum Pemilu
|
Bone, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Di balik keberanian mahasiswa menyampaikan argumen, tersimpan potensi menjadi penjaga demokrasi. Karena itu, Bawaslu Bone melanjutkan audiensi dengan mengajak civitas akademika IAIN Bone mengikuti Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu ke-VI Bawaslu Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia Tahun 2026, Rabu (8/7/2026).
Audiensi dipimpin Ketua Bawaslu Bone Alwi bersama Anggota dan jajaran sekretariat. Rombongan diterima Wakil Dekan I Fakultas Syariah dan Hukum IAIN Bone, Ilmiati. Bawaslu Bone menilai kampus merupakan ruang lahirnya gagasan yang mampu memperkuat demokrasi.
Wakil Dekan I Fakultas Syariah dan Hukum IAIN Bone, Ilmiati, menyambut baik serta mengapresiasi kunjungan Bawaslu Bone sebagai langkah positif untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap demokrasi dan integritas pemilu.
"Kunjungan ini merupakan suatu kehormatan bagi kami. Semoga pertemuan ini menghasilkan kerja sama dan silaturahmi yang semakin erat, khususnya dalam mendukung pelaksanaan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta edukasi mengenai pentingnya menjaga integritas kepemiluan dan demokrasi," ujar Ilmiati.
Ketua Bawaslu Bone, Alwi, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut membawa dua agenda utama. Pertama, mengajak mahasiswa IAIN Bone menjadi wakil daerah dalam Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu tingkat nasional. Kedua, membangun kerja sama kelembagaan agar kolaborasi antara Bawaslu dan IAIN Bone dapat berlangsung secara berkelanjutan.
"Kami berharap IAIN Bone mengirimkan perwakilan terbaiknya. Bawaslu siap mendampingi mahasiswa, mulai dari penyusunan artikel ilmiah hingga pembuatan video sebagai persyaratan lomba. Kami juga berharap kolaborasi dengan IAIN Bone terus berkembang melalui perjanjian kerja sama," kata Alwi.
Senada dengan itu, Anggota Bawaslu Bone, Dr. Nur Alim, mengatakan pihaknya ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk mengenal praktik penegakan hukum pemilu secara langsung. Menurutnya, pengalaman tersebut akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang memiliki minat di bidang hukum dan demokrasi.
"Kami berharap mahasiswa IAIN Bone berani mengambil kesempatan ini. Tahun sebelumnya kami telah mendampingi mahasiswa IAIN Bone dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi debat. Pengalaman belajar langsung di Bawaslu akan menjadi bekal berharga untuk memahami praktik hukum kepemiluan," tutur Nur Alim.
Bawaslu Bone berharap kompetisi ini menjadi pintu bagi mahasiswa Bone untuk menunjukkan bahwa gagasan dari daerah mampu bersaing di tingkat nasional. Lebih dari sekadar mengejar prestasi, setiap argumen yang dibangun di ruang debat diharapkan menjadi bekal melahirkan generasi yang kritis, berintegritas, dan siap mengambil peran dalam perjalanan demokrasi Indonesia.
Penulis: Andi Muhfi Zandi dan Lutfi Fachrullah
Foto: Zulfadli