Lompat ke isi utama

Berita

V-ELEcT UMI Dimulai, Bawaslu Sulsel Cetak Relawan Muda Pengawal Demokrasi Menuju Pemilu 2029

bwssulselxumi

Penandatanganan perjanjian kerja sama di bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan pengawasan partisipatif ini dirangkaikan dengan pembukaan Pelatihan Relawan Penegakan Hukum Pemilu (Volunteer of Election Law Enforcement Training/V-ELEcT) di Gedung Pascasarjana UMI Makassar, Jumat (2/10/2026).

Makassar, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan resmi menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Penandatanganan perjanjian kerja sama di bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan pengawasan partisipatif ini dirangkaikan dengan pembukaan Pelatihan Relawan Penegakan Hukum Pemilu (Volunteer of Election Law Enforcement Training/V-ELEcT) di Gedung Pascasarjana UMI Makassar, Jumat (2/10/2026).

Kemitraan ini menjadi langkah progresif kedua lembaga dalam menggembleng karakter serta kapasitas intelektual mahasiswa sebagai garda terdepan pengawasan partisipatif guna menyongsong tahapan Pemilu 2029 mendatang.

Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, menjelaskan bahwa kolaborasi bersama sektor akademisi serta pembentukan V-ELEcT merupakan langkah strategis dalam menyiasati keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia di tingkat pengawasan.

"Relawan ini tidak hadir dari pikiran para relawan saja, tetapi kami berhimpun untuk menyiasati situasi yang ada dengan pemikiran bagaimana caranya tetap progresif dalam situasi efisiensi anggaran. Kita coba relawankan waktu kita untuk mulai bergerak," ujar Dia.

Ia menambahkan bahwa dengan dinamika perkembangan regulasi dan perluasan kewenangan lembaga, Bawaslu memerlukan dukungan kapasitas masyarakat, khususnya kelompok terpelajar di lingkungan perguruan tinggi.

"Dengan resources yang ada tidak cukup untuk mengawal pemilu, salah satu upaya strategis adalah menguatkan pengawasan partisipatif. Melalui Pelatihan V-ELEcT dan kerja sama ini, ke depannya kapasitas relawan akan kita kelola melalui pendampingan in-house training, pembentukan karakter, dan kapasitas intelektual untuk menghadapi Pemilu 2029 yang starting point-nya dimulai pada 2027," jelas Dia.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu RI sekaligus Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Hukum, Totok Hariyono, menyampaikan apresiasi mendalam atas terbentuknya sinergi dan keterlibatan aktif mahasiswa UMI sebagai pejuang demokrasi.

"Saya merasa bersyukur dan memberikan rasa hormat yang sangat mendalam untuk mahasiswa dan pemuda yang bergabung sebagai relawan. Kata 'relawan' adalah kata yang terhormat. Bawaslu bukan sekadar pekerja Pemilu, tetapi pekerja demokrasi. Negara ini tidak dapat dibangun sendiri, tetapi harus bersama. Kawan relawan V-ELEcT ini menjadi pejuang demokrasi dengan pengorbanan waktu, tenaga, dan materi," tegas Dia saat menyapa peserta secara daring.

Sinergi penguatan kapasitas ini juga mendapat dukungan dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan. Kanwil Kemenkumham Sulsel siap membuka ruang integrasi agar para relawan terlindungi secara hukum serta memiliki peluang bergabung dalam program Paralegal Desa/Kelurahan.

Melalui kegiatan V-ELEcT yang berlangsung pada 2–3 Oktober 2026 tersebut, para mahasiswa Fakultas Hukum UMI dan peserta relawan dibekali berbagai modul teknis observasi, wawancara, hingga pengumpulan bukti pelanggaran di lapangan demi menjaga integritas tatanan demokrasi di Sulawesi Selatan.

Penulis & Foto : M. Chaidir Pratama
Editor: Humas Bawaslu Sulsel dan Humas Bawaslu Bone