Lompat ke isi utama

Berita

Dari Peduli Menjadi Peggerak: Penguatan Kader Pengawas Partisipatif Dalam Pencegehan Pelanggaran Pemilu

rohzalip2p2026

Anggota Bawaslu Bone Koordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa Rohzali menyampaikan kepada peserta kader P2P Bawaslu Bone Tahun 2026 bahwa keberhasilan pengawasan partisipatif ditentukan oleh kemampuan kader untuk hadir di tengah masyarakat dan menyebarkan nilai-nilai demokrasi dalam sesi diskusi tatap muka P2P Bawaslu Bone di Aula Rumah Jabatan Wakil Bupati Bone, Senin (8/6/2026).

Bone, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wakil Bupati Bone, Bawaslu Kabupaten Bone menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Angkatan Tahun 2026 dengan tema "Dari Peduli Menjadi Penggerak: Penguatan Kader Pengawas Partisipatif dalam Pencegahan Pelanggaran Pemilu", Senin (8/6/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh kader Pengawas Partisipatif yang berasal dari berbagai latar belakang organisasi, komunitas, dan unsur masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap penguatan demokrasi dan pengawasan pemilu.

Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan salah satu upaya Bawaslu dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai pengawasan partisipatif, identifikasi kerawanan pemilu, serta strategi pencegahan pelanggaran yang dapat dilakukan di lingkungan masing-masing.

Proses pembelajaran berlangsung secara partisipatif melalui diskusi kelompok dan presentasi hasil analisis terhadap sejumlah isu strategis kepemiluan, seperti politik uang, netralitas ASN dan pemerintah desa, intervensi tokoh lokal, hoaks dan disinformasi, kesadaran masyarakat dalam pengawasan pemilu, serta ketaatan terhadap hukum pemilu.

Selain memperkuat pemahaman peserta, kegiatan ini juga menghasilkan berbagai gagasan dan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) yang diharapkan dapat menjadi langkah nyata kader P2P dalam mengedukasi masyarakat, membangun jejaring pengawasan partisipatif, serta mendorong budaya demokrasi yang berintegritas di Kabupaten Bone.

Menutup seluruh rangkaian kegiatan, fasilitator Pendidikan Pengawas Partisipatif, Rohzali Putra, menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan partisipasi aktif seluruh peserta selama mengikuti proses pembelajaran. Ia berharap para kader P2P yang telah mengikuti pendidikan ini mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

"Kader P2P Bawaslu Bone Angkatan Tahun 2026 tidak boleh berhenti pada pemahaman dan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan. Saya berharap seluruh peserta mampu tumbuh menjadi kader yang peduli, bergerak, dan menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga integritas demokrasi. Dari peduli menjadi penggerak bukan sekadar tema kegiatan, tetapi harus menjadi semangat dan komitmen yang diwujudkan dalam tindakan nyata di lingkungan masing-masing," ujar Rohzali.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan pengawasan partisipatif ditentukan oleh kemampuan kader untuk hadir di tengah masyarakat, menyebarkan nilai-nilai demokrasi, mengedukasi warga tentang bahaya pelanggaran pemilu, serta mendorong keberanian masyarakat untuk turut melakukan pencegahan dan pelaporan terhadap dugaan pelanggaran pemilu.

Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, Bawaslu Kabupaten Bone berharap lahir kader-kader pengawas partisipatif yang tidak hanya memahami prinsip-prinsip demokrasi dan kepemiluan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pengawasan partisipatif yang berkelanjutan demi terwujudnya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

ijalp2p2026(3)

Penulis: Rohzali 
Foto: Chaeril 
Editor: Lutfi