Alwi: Masa Non-Tahapan Harus Jadi Ruang Upgrade SDM Bawaslu Bone
|
Bone, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Masa non-tahapan bukan alasan untuk menurunkan kualitas kerja. Justru, ketika tahapan Pemilu tidak sedang padat, Bawaslu Bone punya ruang lebih besar untuk memperkuat SDM, membenahi administrasi, dan memastikan kesekretariatan bekerja semakin rapi. Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Bone, Alwi, saat membuka Rapat Manajemen SDM Pengawas dan Kesekretariatan di Media Center Bawaslu Bone, Rabu (7/10/2026).
Menurut Alwi, kekuatan lembaga tidak hanya ditentukan oleh kerja pengawasan di lapangan, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia dan sistem pendukung di belakangnya. Karena itu, masa non-tahapan harus dimanfaatkan untuk memperbarui pengetahuan, mengevaluasi kekurangan, sekaligus membangun pola kerja yang lebih jelas.
“Kita tidak dihadapkan pada tahapan-tahapan yang padat. Waktu kita lebih banyak untuk menambah pemahaman dan memperbarui pengetahuan-pengetahuan kita,” ujarnya.
Alwi juga menekankan pentingnya pembenahan manajemen kesekretariatan, khususnya administrasi dan kearsipan. Menurutnya, arsip bukan sekadar tumpukan dokumen, tetapi bagian penting dari memori dan pertanggungjawaban lembaga. Karena itu, setiap jajaran diminta mulai mengidentifikasi dan membenahi arsip yang masih perlu ditata agar tidak menjadi permasalahan ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Kita perlu melakukan pembaharuan-pembaharuan yang signifikan, terutama dalam pengelolaan administrasi. Begitu pula kearsipan, harus terus kita identifikasi dan perbaiki agar ketika arsip dibutuhkan, kita tidak lagi kebingungan,” tegas Alwi.
Tak hanya kepada jajaran pengawas dan sekretariat, pesan penguatan kapasitas juga ditujukan kepada mahasiswa yang sedang melaksanakan praktik kerja lapangan di Bawaslu Bone. Alwi meminta para mahasiswa menjadikan masa praktik sebagai kesempatan untuk benar-benar belajar, tidak hanya mengenai tugas pengawasan Pemilu, tetapi juga bagaimana kesekretariatan mendukung kerja kelembagaan. Ia bahkan meminta adanya evaluasi dan resume aktivitas mahasiswa setiap pekan agar proses pembelajaran dapat terukur.
“Jangan sampai datang ke Bawaslu tetapi tidak mendapatkan satu referensi yang bisa dijadikan ilmu ke depan. Kehadiran adik-adik di sini adalah untuk belajar dan mendapatkan ilmu,” kata Alwi.
Rapat tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menyatukan langkah jajaran Bawaslu Bone agar masa non-tahapan tidak berlalu begitu saja, melainkan menjadi fase untuk memperkuat fondasi kelembagaan sebelum menghadapi tantangan pengawasan berikutnya.
Penulis: Lutfi Fachrullah
Foto: Zulfadli