Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bone Tegaskan Inklusivitas: Fasilitasi Penguatan Pemahaman Kepemiluan bagi Penyandang Disabilitas

saifulll

Anggota Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad (tengah), memberikan fasilitasi penguatan pemahaman kepemiluan bagi penyandang disabilitas di Ruang Media Center Bawaslu Kabupaten Bone (2/8/2025).

Bone, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Dalam upaya mewujudkan pemilu yang inklusif dan partisipatif, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bone menggelar kegiatan fasilitasi penguatan pemahaman kepemiluan bagi penyandang disabilitas, Sabtu 2 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa kelompok disabilitas tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga memahami hak dan perannya dalam pengawasan partisipatif Pemilu dan Pemilihan.

Acara yang dilaksanakan di Media Center Kantor Bawaslu Kabupaten Bone ini dihadiri oleh puluhan penyandang disabilitas. Mereka mendapatkan materi tentang hak politik, mekanisme pengawasan Pemilu dan Pemilihan, serta cara melaporkan pelanggaran yang mungkin terjadi selama proses Pemilu dan Pemilihan.

Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Saiful Jihad selaku Koordinator Divisi (Koordiv) Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat, dalam sambutannya menegaskan kesetaraan hak penyadang disabilitas dalam Pemilu dan Pemilihan.


"Teman-teman disabilitas memiliki hak yang sama, baik sebagai penyelenggara, maupun ketika ingin menyalurkan hak suaranya. Semua suara kita setara, di negara kita tidak dibedakan, nilai suara kita semuanya sama, sehingga harus dihargai sama demi kemajuan demokrasi kita kedepannya” ujarnya.

Senada dengan Saiful Jihad, Pelaksana harian (Plh) Ketua Bawaslu Kabupaten Bone, Nur Alim, menyampaikan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga integritas Pemilu dan Pemilihan.

"Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam berdemokrasi. Kegiatan ini adalah komitmen kami untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam proses demokrasi," ungkapnya.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif. Dalam diskusi tersebut, Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Bone, Andi Takdir, mengungkapkan harapannya terkait keterpenuhan akses disabilitas di tempat pemungutan suara di Pemilu dan Pemilihan mendatang.

“Ini sangat penting, beribacara tentang disabilitas, kita tidak boleh hanya sekedar mendata jumlah penyandang disabilitas. Kami berharap Bawaslu untuk melakukan pemetaan ke bawah. Kami mengharapkan supaya Pantarlih memahami betul bahwa di desa dan TPS ini, disabilitas netra sekian, disabilitas tunawicara sekian, pengguna kursi roda sekian, agar di TPS nanti teman-teman disabilitas difasilitasi dan dapat dengan mudah dan nyaman menyalurkan hak suaranya” jelasnya.

Peserta tampak antusias dan menyambut baik inisiatif Bawaslu Kabupaten Bone dalam membangun kesadaran politik yang setara. Dengan adanya kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Bone berharap partisipasi kelompok disabilitas dalam Pemilu dan Pemilihan mendatang semakin meningkat, baik sebagai pemilih, pengawas, maupun agen perubahan di lingkungan masing-masing.

disa

Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Bone 

Editor: Humas Bawaslu Bone