Lima Tulisan Bawaslu Bone Lolos Tahap Awal Call For Paper HUT Bawaslu RI ke-18
|
Bone, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Di tengah masa non-tahapan pemilu yang sering dianggap sebagai periode jeda aktivitas kelembagaan, Bawaslu Kabupaten Bone justru menunjukkan langkah berbeda. Tidak hanya fokus pada penguatan kerja internal, tetapi juga terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui budaya literasi dan publikasi ilmiah.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Sebanyak lima tulisan yang disusun oleh jajaran Bawaslu Kabupaten Bone dinyatakan lolos tahap awal dalam ajang Call For Paper Hari Ulang Tahun ke-18 Bawaslu Republik Indonesia.
Kabar tersebut disampaikan oleh Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Bone, Rohzali Putra Badaruddin, dalam Rapat Koordinasi Penyelesaian Sengketa Proses yang digelar pada Jumat, 8 Mei 2026, di sekretariat Bawaslu Bone.
Menurut Rohzali Putra, capaian tersebut menjadi bukti bahwa masa non-tahapan tidak boleh dimaknai sebagai masa berhenti bertumbuh. Justru pada fase inilah penguatan kapasitas kelembagaan harus terus dilakukan, terutama dalam pengembangan literasi, pengetahuan, dan kemampuan analisis jajaran pengawas pemilu.
“Ini menjadi bukti bahwa di masa non-tahapan, Bawaslu Bone terus berupaya melakukan peningkatan SDM, khususnya dalam hal literasi dan pengembangan kapasitas pengetahuan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa budaya menulis dan publikasi harus menjadi bagian dari identitas lembaga pengawas pemilu. Sebab di tengah dinamika demokrasi yang semakin kompleks, pengawas pemilu tidak hanya dituntut mampu bekerja di lapangan, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, perspektif, dan pemikiran yang konstruktif melalui tulisan.
Rohzali Putra juga mengungkapkan bahwa dirinya terus mendorong seluruh staf dan jajaran sekretariat agar aktif berkarya dalam bidang literasi dan publikasi. Menurutnya, tulisan bukan sekadar dokumentasi pemikiran, tetapi juga bentuk kontribusi intelektual dalam penguatan demokrasi dan pengawasan pemilu.
“Teman-teman staf terus kami dorong untuk berkarya, menulis, dan membangun budaya literasi di lingkungan lembaga,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa semangat tersebut tidak lepas dari arahan dan bimbingan yang selama ini diberikan oleh pimpinan Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, yang terus mendorong penguatan kapasitas SDM di seluruh jajaran pengawas pemilu.
Capaian lima tulisan yang lolos tahap awal Call For Paper itu pun menjadi lebih dari sekadar prestasi administratif. Ia menjadi penanda bahwa di balik rutinitas kerja pengawasan, ada upaya membangun kultur intelektual di tubuh lembaga. Sebuah kesadaran bahwa demokrasi tidak hanya dijaga melalui pengawasan di lapangan, tetapi juga melalui gagasan-gagasan yang lahir dari ruang baca, ruang diskusi, dan keberanian untuk menulis.
Di tengah tantangan demokrasi yang terus berkembang, Bawaslu Kabupaten Bone ingin memastikan satu hal: bahwa pengawas pemilu harus terus tumbuh, tidak hanya dalam kerja, tetapi juga dalam pemikiran.
Penulis : Ijal
Foto: Chaeril
Editor: Lutfi