“Jika Belum Mampu Membuat Orang di Sekitarmu Senang, Setidaknya Jangan Memberi Kerusakan” — Pesan Menohok Ketua Bawaslu Bone
|
Bone, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Suasana Rapat Koordinasi Penyelesaian Sengketa Proses di sekretariat Bawaslu Kabupaten Bone, Jumat, 8 Mei 2026, tidak hanya dipenuhi pembahasan teknis dan evaluasi kelembagaan.
Di sela-sela forum itu, ada kalimat sederhana yang justru paling lama tinggal di kepala para peserta. Kalimat yang tidak disampaikan dengan nada tinggi, tetapi terasa menohok karena begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ketua Bawaslu Bone menyampaikan sebuah pesan yang terdengar sederhana, namun sarat makna:
“Jika belum mampu membuat orang di sekitarmu senang, setidaknya jangan memberi kerusakan.”
Ruang rapat mendadak terasa lebih sunyi.
Sebab semua orang tahu, menjadi bagian dari sebuah lembaga bukan hanya soal kemampuan bekerja, kecerdasan berbicara, atau posisi yang dimiliki. Ada hal lain yang jauh lebih penting: bagaimana kehadiran seseorang memberi dampak bagi lingkungan di sekitarnya.
Kalimat itu seperti tamparan halus bagi siapa saja yang terkadang lupa bahwa tidak semua kerusakan datang dalam bentuk besar. Ada kerusakan yang lahir dari ucapan yang merendahkan. Dari ego yang dipelihara. Dari sikap yang menciptakan suasana kerja menjadi berat. Dari kebiasaan menyebarkan energi negatif di tengah orang-orang yang sedang berjuang menjalankan tanggung jawabnya.
Dan mungkin itulah mengapa pesan tersebut terasa begitu dalam.
Di tengah kerja-kerja pengawasan pemilu yang penuh tekanan, setiap orang dituntut bukan hanya menjaga profesionalitas, tetapi juga menjaga kemanusiaan. Karena lembaga yang kuat tidak hanya dibangun oleh aturan dan struktur, melainkan oleh cara orang-orang di dalamnya saling memperlakukan satu sama lain.
Ketua Bawaslu Bone seolah ingin mengingatkan bahwa terkadang kehadiran terbaik seseorang bukan tentang menjadi yang paling hebat, melainkan menjadi pribadi yang tidak menambah beban bagi orang lain.
Tidak semua orang mampu membahagiakan banyak orang. Tidak semua orang mampu menjadi sumber solusi setiap saat. Tetapi setidaknya, setiap orang masih bisa memilih untuk tidak melukai, tidak merusak suasana, dan tidak menjadi sumber masalah bagi lingkungan di sekitarnya.
Di ruang rapat itu, para peserta bukan hanya mendengar pesan tentang kelembagaan. Mereka sedang diingatkan tentang nilai dasar menjadi manusia.
Bahwa integritas bukan hanya soal keputusan besar di depan publik, tetapi juga tentang sikap kecil sehari-hari yang menentukan apakah kehadiran kita membawa manfaat atau justru meninggalkan kerusakan.
Dan Jumat itu, di sekretariat Bawaslu Bone, semua yang hadir seolah pulang dengan satu renungan sederhana:
Kadang dunia tidak menuntut kita menjadi sempurna, tetapi setidaknya jangan menjadi alasan rusaknya semangat orang lain.
Penulis: Ijal
Foto: Fadli
Editor: Lutfi