Dr. Adnan Jamal Dorong Jajaran Bawaslu Bone Berpikir Kritis, Analitis, dan Strategis
|
Bone, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Seorang pengawas pemilu diwajibkan memiliki ideologi dan nilai hidup (value of life) yang kuat agar tidak mudah terorientasi pada materi atau tekanan serta harus mampu keluar dari zona nyaman yang dianggap sebagai musuh utama dalam pengembangan diri dan profesionalisme.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Adnan Jamal saat memberikan penguatan dihadapan jajaran Pimpinan dan Sekretariat Bawaslu Bone dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penyelesaian Sengketa Proses di kantor Bawaslu Bone, Jumat (8/5/2026).
“Bekerja di Bawaslu itu adalah perjalanan hidup yang harus memberi manfaat. Jangan sampai kita bekerja hanya untuk mencari pengakuan atau ingin disukai. Yang utama adalah menjaga marwah lembaga dan menjalankan tugas dengan benar,” jelas Adnan dalam arahannya.
Lebih lanjut, Dr. Adnan turut mendorong jajaran Bawaslu Bone untuk menguasai tiga metode berpikir utama, yakni kritis, analitis, dan strategis. Berpikir kritis, diperlukan agar tidak mudah menerima informasi tanpa verifikasi. Sementara berpikir analitis menuntut kemampuan mencari solusi dari setiap persoalan, dan berpikir strategis penting untuk mengukur dampak, risiko, serta menentukan prioritas dalam setiap langkah pengawasan.
Fokus utama lembaga saat ini adalah memperkuat kapasitas internal melalui cara berpikir kritis dan analitis agar setiap jajaran mampu memberikan kontribusi positif yang berdampak bagi lembaga dan masyarakat, sembari tetap bekerja dalam koridor regulasi yang berlaku.
Penulis: Lutfi
Foto: Andika