Dr.Nur Alim: Profesionalisme Adalah Bentuk Ketakwaan dalam Bekerja
|
Bone, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Bone Dr. Nur Alim menegaskan bahwa kegiatan Ngabuburit Pengawasan bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa tugas sebagai pengawas pemilu merupakan bentuk pengabdian, bukan hanya kewajiban.
“Ngabuburit pengawasan ini tujuannya mengingatkan kita bahwa menjalankan tugas pengawasan pemilu bukan sekadar menggugurkan kewajiban sebagai abdi negara. Hakikatnya ini adalah bagian dari pengabdian kita sebagai hamba yang meyakini keimanan kepada Tuhan,” ujar Nur Alim saat kegiatan Ngabuburit Pengawasan di Aula Bawaslu Bone, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, setiap aparatur negara memiliki tugas dan koridor yang sudah ditetapkan melalui aturan perundang-undangan. Karena itu, profesionalisme menjadi hal penting dalam menjalankan tugas. Menurutnya, profesional berarti menjalankan apa yang diperintahkan organisasi dan menjauhi hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan.
“Profesionalisme itu sebenarnya mirip dengan makna takwa. Dalam agama, takwa itu menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang. Dalam organisasi juga begitu, kita cukup menjalankan apa yang diperintahkan oleh lembaga dan tidak melakukan hal-hal di luar koridor, jelasnya.
Nur Alim juga mengingatkan agar tidak melakukan “gerakan tambahan” yang justru bisa merusak profesionalisme dalam bekerja. Ia menilai, berbagai upaya yang dilakukan di luar aturan demi kepentingan tertentu justru berpotensi menimbulkan praktik yang tidak sehat dalam birokrasi.
“Kalau sudah ada gerakan tambahan di luar aturan, itu yang membuat kita tidak profesional. Dalam administrasi negara itu bisa disebut maladministrasi. Maka tidak perlu neko-neko, jalankan saja tugas sesuai aturan yang ada,” katanya.
Di akhir sambutannya, Nur Alim berharap kegiatan Ngabuburit Pengawasan dapat melahirkan ide dan inovasi baru dalam pengawasan pemilu, khususnya di masa non-tahapan. Ia mendorong para pengawas untuk aktif menyampaikan pesan demokrasi di tengah masyarakat, termasuk melalui mimbar-mimbar Ramadan di masjid.
Penulis: Lutfi
Foto: Chaeril