Belajar dari Dua Tangan, Dr.Kamridah Ajak Jaga Kolaborasi Demokrasi di Ngabuburit Pengawasan
|
Bone, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu Bone, Dr. Kamridah, merefleksi tentang pentingnya kolaborasi dalam menjaga demokrasi pada kegiatan Ngabuburit Pengawasan Bawaslu Bone, Kamis (5/3/2026) yang dilaksanakan di Aula Bawaslu Bone.
Menurutnya, Ngabuburit Pengawasan bukan sekadar ajang berkumpul dan berbuka puasa bersama. Lebih dari itu, Ngabuburit Pengawasan menjadi ruang untuk menyuarakan nilai-nilai demokrasi dan mengajak semua pihak menjalankannya dengan penuh keikhlasan serta tetap berpegang pada aturan yang berlaku.
“Yang kita harapkan dari kegiatan ini bukan hanya sekadar berkolaborasi untuk berbuka puasa. Tapi bagaimana kita semua ikut menyuarakan demokrasi dan menjalankannya dengan ikhlas berdasarkan regulasi yang ada,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Dr. Kamridah juga menyampaikan filosofi sederhana tentang pentingnya kerja sama dengan mengambil contoh dari tubuh manusia sendiri, yakni dua tangan. Ia menjelaskan bahwa tangan kiri dan tangan kanan memiliki tugas berbeda, namun keduanya tetap bekerja bersama tanpa rasa iri satu sama lain.
“Kita belajar dari diri kita sendiri. Allah memberi kita dua tangan yang sempurna. Tangan kiri sering diberi tugas memegang yang kotor, sementara tangan kanan sering melakukan hal yang baik. Tapi keduanya tidak pernah iri. Mereka selalu bekerja sama dan saling melengkapi,” jelasnya.
Filosofi yang disampaikan menjadi pelajaran bagi organisasi maupun lembaga dalam menjalankan tugas. Bawaslu dan berbagai organisasi di luar sana perlu terus membangun kolaborasi tanpa rasa iri, saling memahami peran masing-masing, serta menjalankan tugas sesuai koridor yang telah diatur dalam regulasi.
Penulis: Lutfi
Foto: Chaeril