Buku Puadi Jadi Alarm: Pengawasan Pemilu Harus Adaptif dan Modern
|
Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu, Puadi, berharap buku Peran Strategis Bawaslu dalam Memperkuat Demokrasi Elektoral bisa menjadi rujukan penting bagi kalangan akademisi dan generasi muda yang ingin memahami seluk-beluk pengawasan pemilu. Ia menilai buku tersebut bukan sekadar karya tulis, tetapi refleksi perjalanan dan tantangan pengawasan demokrasi di era yang terus berubah.
“Saya harap buku ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda bahwa berkarier di dunia kepemiluan bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan jiwa untuk menjaga martabat kedaulatan rakyat,” ujarnya saat membuka kegiatan bedah buku yang digelar secara daring, Selasa (3/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi tersebut juga menawarkan gagasan besar soal digitalisasi pengawasan. Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut Bawaslu bergerak lebih cepat dan adaptif. Ia menegaskan, buku hanyalah potret dari satu sudut waktu yang akan terus berkembang mengikuti dinamika zaman.
“Kita tidak bisa lagi mengawasi politik digital dengan cara konvensional. Kita tidak bisa lagi merespons hoaks yang menyebar dalam hitungan detik dengan rapat koordinasi yang memakan waktu berhari-hari,” tegasnya.
Puadi pun mengakui, buku yang ia susun masih memiliki kekurangan. Namun baginya, ruang-ruang yang belum sempurna justru membuka peluang diskusi dan pengayaan ke depan.
“Mungkin ada bagian yang masih perlu diperdalam secara empiris, atau perspektif yang belum tergarap memadai. Bahkan saya sadar ada data terbaru yang belum sempat terakomodasi. Tapi di situlah pentingnya dialog dan pembaruan,” tuturnya.
Ia berharap, melalui buku tersebut, semangat memperkuat pengawasan pemilu tidak hanya berhenti di ruang lembaga, tetapi juga tumbuh di kampus-kampus dan ruang diskusi publik, sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kualitas demokrasi Indonesia.
Foto: Tangkapan layar diskusi Zoom
Naskah: Dey
Editor: Humas Bawaslu Bone