Dari Puasa ke Demokrasi: Pesan Rohzali agar Tahan Diri dari Pelanggaran Pemilu
|
Bone, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Kegiatan Ngabuburit Pengawasan digelar di Aula Bawaslu Bone, Kamis (5/3/2026). Ngabuburit Pengawasan bukan sekadar menunggu waktu berbuka puasa, tetapi menjadi ruang berbagi pesan penting menjaga integritas dalam demokrasi. Dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu Bone, Rohzali Putra Badaruddin, menyampaikan pesan sederhana namun kuat kepada seluruh peserta kegiatan.
“Tidak panjang yang saya sampaikan. Mengingat teman-teman juga sedang berpuasa. Tapi ada satu hal yang ingin saya sampaikan. Menahan lapar seharian saja kita mampu di bulan Ramadan, harusnya menahan diri untuk tidak melakukan pelanggaran dalam pemilu dan demokrasi kita juga harus lebih mampu,” ujar Rohzali di hadapan peserta kegiatan.
Ia menambahkan, pesan tersebut tidak boleh berhenti hanya di lingkungan Bawaslu saja. Menurutnya, setiap orang yang memiliki kesempatan berbicara di tengah masyarakat bisa ikut menyampaikan pesan moral tentang pentingnya menjaga demokrasi yang bersih dan jujur.
“Pesan ini jangan berhenti di kita saja. Kalau teman-teman punya kesempatan, sampaikan juga di lingkungan masing-masing. Bisa di masjid, di RT/RW, atau di kegiatan masyarakat. Sampaikanlah bahwa Ramadan itu sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai demokrasi,” katanya.
Rohzali menegaskan, semangat Ramadan seharusnya menjadi pengingat bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tugas formal, tetapi juga bagian dari menjaga nilai kejujuran dan pengendalian diri.
Menurutnya, jika umat mampu menahan diri dari hal-hal yang dilarang selama Ramadan, maka dalam kehidupan demokrasi pun semangat yang sama harus terus dijaga agar pemilu tetap bersih dan berintegritas
Penulis: Lutfi
Foto: Andhika