Lompat ke isi utama

Berita

Menguatkan Sistem : Ketua Bawaslu Sulsel Dorong Bawaslu Bone Jadi Rujukan Kelembagaan

penguatan sistem

Ketua Bawaslu Sulsel  Mardiana Rusli saat memberikan penguatan kelembagaan di kantor Bawaslu Bone, Kamis (5/2/2026).

Bone, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Ketua Bawaslu Sulawesi Selatan, Mardiana Rusli, mengungkapkan kunjungan perdananya ke Bone tahun ini bukan tanpa alasan. Ia menilai terdapat perkembangan signifikan yang ditunjukkan Bawaslu Bone, baik dari sisi inovasi kegiatan maupun kesadaran kolektif jajaran sekretariat. “Tujuannya pertama silaturahmi, kedua memonitor progres kegiatan, baik turunan dari RI maupun yang bersifat inovatif. Bone menunjukkan elaborasi yang baik antara Kasek, Kasubbag, dan staf, sehingga pantas memposisikan diri sebagai yang terbaik” ujarnya.

Kunjungan yang dilakukan Ketua Bawaslu Sulsel di kantor Bawaslu Bone, Kamis (5/2/2026), dalam rangka penguatan kelembagaan di luar tahapan penyelenggaraan Pemilu. Kunjungan ini dikemas dalam suasana silaturahmi dengan penekanan pada konsolidasi sistem, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola administrasi kelembagaan.

Dalam penguatan kelembagaan, Ketua Bawaslu Sulsel menegaskan pentingnya membangun sistem yang berkelanjutan, terutama di masa non-tahapan. Menurutnya, fokus utama adalah menciptakan training of trainer agar seluruh staf memiliki kapasitas yang merata lintas divisi. “Jantung kelembagaan Bawaslu ada di penanganan pelanggaran dan hukum. Karena itu semua staf harus paham, mulai dari kajian, LHP, pengawasan lapangan, hingga notulensi dan resume” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya konsolidasi tata kelola administrasi, khususnya pengarsipan dan persuratan. Ketua Bawaslu Sulsel mengingatkan bahwa Bawaslu adalah lembaga administratif yang seluruh pertanggungjawabannya berdampak hukum. “Tidak boleh lagi usulan kegiatan disampaikan lisan. Nota dinas, tata kelola naskah dinas, evaluasi kinerja, hingga mekanisme keberatan harus tertib dan terukur dengan indikator yang jelas” katanya.

Lebih lanjut, penguatan sekretariat menjadi perhatian khusus karena sekretariat dinilai sebagai penjaga kesinambungan kelembagaan. “Komisioner boleh datang dan pergi, tapi sistem harus sudah terbangun. Regenerasi itu pasti, maka semua harus siap pakai. Bangun kompetisi yang sehat antar kalian dengan menunjukkan inovasi dan kreativitas bekerja. Mungkin hari ini kita akan berkeringat tetapi hasilnya akan kita dapatkan di masa yang akan datang” ujarnya.

Menutup arahannya, Ketua Bawaslu Sulsel menekankan pentingnya manajemen konflik, manajemen risiko, dan pengembangan kapasitas personal melalui pelatihan berkelanjutan. Ia mengajak seluruh jajaran untuk tidak terjebak zona nyaman. “Usia bertambah, skill juga harus bertambah. Kalau bukan sekarang kita bertindak, kita akan jadi penonton di masa senja. Bangun kapasitas, ambil pelatihan, dan siapkan diri agar kelembagaan ini tetap kuat” pungkasnya.

penguatanlembaga

Penulis: Lutfi
Foto: Chaeril