Lompat ke isi utama

Berita

Mimbar Jumat Vol.2 Bawaslu Bone: Diingatkan Soal Syukur, Kerja Ikhlas, dan Bahaya Kesombongan

mimjumat2

Dr. KM. Syamsu Alam, S.Pd.I., M.Pd.I saat menyampaikan kultumnya pada kegiatan Mimbar Jumat Volume 2 Bawaslu Bone, Jumat (6/2/2026) ba’da ashar di Masjid Aminul Ummah dengan materi kultum nikmat Allah yang sering luput disadari

Bone, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Ruang refleksi spiritual melalui kegiatan Mimbar Jumat Volume 2 kembali digelar Bawaslu Bone, Jumat (6/2/2026) ba’da ashar di Masjid Aminul Ummah. Kegiatan diikuti oleh seluruh jajaran Bawaslu Bone sebagai bagian dari upaya merawat nilai-nilai spiritual di tengah rutinitas kerja.

Kultum pada Mimbar Jumat kali ini dibawakan oleh Dr. KM. Syamsu Alam, S.Pd.I., M.Pd.I. Dalam penyampaiannya, ia mengajak jajaran Bawaslu Bone untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk urusan dunia dan kembali menghitung nikmat Allah yang sering luput disadari. “Apapun organisasinya, secanggih apapun alat sekarang ini menggunakan AI, itu nggak bisa menghitung nikmat Allah. Kita sering merasa hidup pas-pasan, padahal kita ini manusia yang sangat kaya” ujarnya.

Ia mencontohkan betapa berharganya tubuh manusia. Ginjal, mata, dan anggota tubuh lain nilainya luar biasa, namun tak ada yang mau menjualnya. Dari situ, menurutnya, syukur tidak bisa diukur dari materi semata. “Kekayaan itu bukan karena banyaknya harta, tapi kekayaan jiwa. Jiwa yang sehat, hati yang tenang, itulah puncak kekayaan. Banyak penyakit fisik justru bersumber dari jiwa yang tak pernah tenang ” kata Syamsu Alam.

Lebih lanjut, ia juga mengaitkan ketenangan jiwa dengan cara bekerja dan memaknai amanah. Ia menyebut, bekerja dengan sungguh-sungguh dan profesional, tanpa keluh kesah berlebihan, adalah bagian dari ibadah. “Banyak orang di luar sana mau bekerja tapi tidak punya kesempatan. Kita diberi amanah, diberi rezeki, maka mengeluh itu tanda kita lupa bersyukur” tuturnya.

Menutup kultumnya, Syamsu Alam mengingatkan soal bahaya kesombongan dan pentingnya menjaga integritas. Amanah, kata dia, hanya bersifat sementara, tapi jejak kebaikan akan tinggal lama. “Kesuksesan instan itu melahirkan ego, tapi kesuksesan yang bertahap membentuk karakter. Kita ini siapa, dari mana, dan mau meninggalkan apa setelah amanah ini selesai” pungkasnya.

Mimbar Jumat Volume 2 sekaligus menjadi pengingat bahwa kerja pengawasan bukan sekadar tugas administratif, tetapi juga ladang ibadah yang menuntut keikhlasan dan kebersihan hati.

mimjumat2-2

Penulis: Lutfi 
Foto: Chaeril