Indonesia Tanpa Pemlu : Antara Imajinasi dan Kemunduran Demokrasi
Rohzali Putra Badaruddin (Anggota Bawaslu Bone) - Pemilu menjadi simbol reformasi, transisi kekuasaan yang damai, dan perwujudan kedaulatan rakyat sebagaimana termaktub dalam Pasal 1 Ayat (2) UUD 1945. Di tengah kritik terhadap praktik pemilu, politik uang, biaya tinggi, dominasi oligarki, hingga polarisasi berbasis identitas, muncul wacana reflektif : bagaimana jika Indonesia hidup tanpa pemilu?
--------------------------------------- Baca Tulisan Selengkapnya
Dari Kontestasi Menuju Kolaborasi : Menata Demokrasi yang Lebih Dewasa
Satria Jaya (Anggota Indonesian Scout Journalis Community) - Setelah suara-suara riuh ditelan bilik suara, dan bendera-bendera partai perlahan dilipat seperti kenangan masa lalu, kita kembali menjadi rakyat yang sama—yang masih harus bangun pagi, menjemput nafkah, dan mencari makna dari janji-janji yang pernah digantungkan di spanduk jalan raya.
---------------------------------------- Baca Tulisan Selengkapnya
Pemilu Telah Berlalu, Demokrasi Berlanjut – Memaknai Hasil dan Mengahadapi Tantangan
Darman (Ketua BEM Univ.Andi Sudirman Bone) - Pemilu telah usai. Suasana hiruk pikuk kampanye, debat kandidat, dan perdebatan publik kini mereda. Namun, perjalanan demokrasi kita tidak berhenti di sini. Pemilu hanyalah satu tahapan dalam proses panjang membangun bangsa yang demokratis, adil, dan makmur.
---------------------------------------- Baca Tulisan Selengkapnya
Demokrasi Pasca Pemilu
Subarman Salim (Direktur Kata Kajao Kiwari) - Seringkali kita mendengar ungkapan pesimistis bahwa pemilu hanya panggung politik elit, yang mempertontonkan perebutan kekuasaan. Sementara orang-orang kecil tetap dan selalu hanya menjadi penonton yang setia, pendukung yang fanatik, yang berdiri bertepuk tangan dan berdecak kagum. Nada pesimistis itu boleh jadi telah mengutuk demokrasi kita kian jauh dari subtansi: kedaulatan di tangan rakyat!
---------------------------------------- Baca Tulisan Selengkapnya
Kerikil Demokrasi Pasca Pemilu
Darwis Tahang (Pegiat Pemilu) - Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih pada tanggal 20 Februari 2025 priode 2025/2030 merupakan hasil perwujudan pilihan rakyat melalui PEMILUKADA yang dilaksanakan sesuai dengan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (LUBERJURDIL).
--------------------------------------- Baca Tulisan Selengkapnya
Demokrasi Pasca Pemilu: Dari Euforia ke Substansi
Andi Yuni Elfira (Pengurus Kohati PB HMI) - Pemilu telah selesai. Kemenangan telah diumumkan, kekalahan telah diterima atau dipersoalkan. Hiruk-pikuk kampanye berakhir, baliho-baliho diturunkan, dan ruang-ruang publik kembali tenang. Tapi di balik segala selebrasi itu, satu pertanyaan besar justru mulai mengemuka: apakah demokrasi kita hanya hidup saat pemilu?
--------------------------------------- Baca Tulisan Selengkapnya
Demokrasi Pasca Pemilu : Menjaga Marwah di Tanah Ri Abusungi
Irham Ihsan (Ketua Sompung Lolona Cenrana) - Pemilu telah usai, tetapi demokrasi belum selesai. Dalam tataran ideal, pemilu adalah momentum rakyat menentukan arah masa depan bangsa. Namun, pasca pemilihan, kita kerap larut dalam euforia kemenangan atau kekecewaan tanpa disertai refleksi mendalam atas proses yang telah berjalan.
--------------------------------------- Baca Tulisan Selengkapnya
Demokrasi Akar Rumput dan Peran Kaum Middle Class
Jumadi (GUSDURian Bone) - Pemilihan umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 telah berhasil dilaksanakan. Dibalik kata “berhasil” tentu menyimpan banyak pertanyaan pelik bagi kita tentang apakah benar pesta demokrasi kita telah berhasil atau hanya awal mula dari kontrol penuh para aktor politik untuk memenuhi ambisi pribadi dan kolega?
--------------------------------------- Baca Tulisan Selengkapnya
Demokrasi di Persimpangan : Evaluasi Kualitas Demokrasi Indonesia Pasca Pemilu 2024
Lukman Anshar (Direktur Democracy Watch Indonesia) - Pemilu 2024 sudah usai. Hiruk pikuk kampanye, debat, baliho dimana-mana, hingga riuhnya media sosial kini perlahan mereda. Kita sudah tahu siapa yang akan memimpin negeri ini lima tahun ke depan. Namun, di tengah suasana pasca pesta demokrasi, muncul satu pertanyaan yang tak bisa diabaikan yaitu kemana arah demokrasi kita sekarang?
--------------------------------------- Baca Tulisan Selengkapnya
Demokrasi Pasca Pemilu : Refleksi dan Harapan
Ahmad Zuhry Amir (Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama Bone) - Kontestasi Pemilu telah selesai, dan kita telah menyaksikan proses demokrasi yang panjang dan kompleks. Penyelenggaraan pemilu yang diikuti dengan beberapa sengketa pemilu menunjukkan bahwa demokrasi kita masih dalam proses pembelajaran. Penyelenggaraan pemilu yang diikuti dengan beberapa sengketa pemilu menunjukkan bahwa demokrasi kita masih dalam proses pembelajaran.
--------------------------------------- Baca Tulisan Selengkapnya
Tantangan Kerja-Kerja Sosialisasi Pendidikan Pemilih Dalam Penyelenggaraan Pemilu Dan Pemilukada
Abdul Asis (Anggota KPU Bone) - Baik atau buruknya praktik demokrasi di sebuah negara tidak terlepas dari kapasitas dan kredibilitas penyelenggara pemilu. Institusi penyelenggara pemilu yang tidak berkualitas, tidak mandiri, tidak transparan dan tidak berintegritas hanya akan membuat hasil pemilihan umum dipertanyakan.
--------------------------------------- Baca Tulisan Selengkapnya
Menguatkan Democratic Values : Belajar dari Kajao Laliddong
Rusli Kaseng (Direktur Perspektif Riset dan Opini Publik) - Kajao Laliddong menganjurkan sistem demokrasi berkedaulatan rakyat sebagai model ideal sistem pemerintahan, “Rusa taro arung, tenrusa taro ade, rusa taro ade, tenrusa taro anang, rusa taro anang, tenrusa taro tomaega” yang berarti “batal ketetapan raja, tidak batal ketetapan adat, batal ketetapan adat, tidak batal ketetapan kaum, batal ketetapan kaum, tidak batal ketetapan rakyat banyak”.
--------------------------------------- Baca Tulisan Selengkapnya
Pemilu Serentak, Mahkamah Konstitusi Dan Arah Demokrasi Indonesia
Irfan Amir (Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum NU Bone) - Pemilihan Umum (Pemilu) diIndonesia menjadi ajang yang mengundang perhatian publik. Tidak hanya karena menentukan siapa yang akan memimpin, tetapi juga karena format dan aturannya yang seringkali berubah mengikuti dinamika politik dan hukum.
--------------------------------------- Baca Tulisan Selengkapnya
Menjaga Kedaulatan Pemilih, Merawat Kualitas Demokrasi
Nuryadi Kadir (Anggota KPU Bone, Akademisi dan Peneliti La Tea Riduni Institute) - Pemilu dan Pemilukada tahun 2024 telah dilalui dengan sukacita. Jika diperhatikan, ada kebutuhan mendesak untuk menata demokrasi prosedural yang lebih substansif. Pemilu dalam dua dekade ini menjadi atensi publik, meskipun memberikan respon yang relatif beragam.
--------------------------------------- Baca Tulisan Selengkapnya
Demokrasi Pasca Pemilu : Bagaimana Pelibatan Perempuan ?
Siti Nurul Aina Safika (Ketua KOPRI PC PMII Bone 2025-2026) - Pemilu bukan hanya sekedar peristiwa politik lima tahunan, tetapi Pemilu hasil dari kualitas demokrasi kita. Dari setiap penyelenggaraan Pemilu, kita memiliki kesempatan untuk bercermin dan menilai proses yang berjalan, mencatat keberhasilan, sekaligus menemukan ruang-ruang yang harus dibenahi.
--------------------------------------- Baca Tulisan Selengkapnya
Pemilu dan Moralitas Penyelenggara : Dari “Aturan Main” ke “Etika Main”
Rohzali Putra Badaruddin (Anggota Bawaslu Bone) - Pemilu adalah mesin utama demokrasi, tetapi bensinnya adalah moralitas para penyelenggara. Aturan bisa tebal, sistem bisa canggih, teknologi bisa mutakhir, namun tanpa integritas orang‐orang yang menjalankan, kualitas hasilnya tetap rapuh.
--------------------------------------- Baca Tulisan Selengkapnya